Amenangi zaman edan = Mengalami zaman edan/gila
Ewuh aya ing pambudi = Serba sulit menentukan perilaku
Melu edan nora tahan = Mau ikutan berbuat gila, tak sampai hati
Yen tan melu anglakoni = Kalau tak ikutan
Boya keduman milik = Tidak kebagian rejeki ( uang, harta)
Kaliren wekasanipun = Jadinya kelaparan
Dilalah karsane Allah = Sudah menjadi kehendak Tuhan
Begja-begjane wong kang lali, luwih begja wong kang eling lan waspada = Seberapapun untung yang didapat oleh orang yang lagi lupa, masih lebih bahagia orang yang sadar dan waspada.
Wong bener thenger-thenger = Orang benar jadi bengong/ susah,
Wong salah bungah-bungah, = Orang salah malahan senang - senang hidupnya
Wong apik ditampik-tampik. = Orang baik ditolak - tolah (bahkan mungkin malah diusir).
- Kakehan gludhug kurang udan = Kebanyakan guntur, hujannya sedikit. Artinya kebanyakan ngomong, yang benar sedikit.
- Kegedhen endhas kurang uteg = Kebesaran kepala, otaknya kurang.
- Alihan gung = Lagaknya kaya orang gedhean, padahal bodoh merasa pintar.
- Merak kecancang = Bergaya anggun bak burung merak.
- Malang kadhak = Berjalan gaya kesana kemari seperti itik.Ini adalah gambaran orang yang mendem drajad, pangkat lan semat. (Orang yang mabuk kekuasaan, kedudukan, pangkat dan kekayaan materi)
- Murang kara adalah orang yang berperilaku tidak baik seperti koruptor, manipulator, pemeras,yang menyalah gunakan kedudukan untuk mencari uang yang tidak halal.
- Micakake wong melek = Orang yang tidak malu atas perbuatannya yang tidak baik, dia anggap semua orang itu buta, tidak tahu akan perbuatannya yang tercela seperti menggerogoti uang negara, memeras dsb.
- Mungal - mungil adalah orang yang tak punya pendirian.
- Ngalem legine gulo = Memuji manisnya gula. Dengan menyanjung orang kaya/ berpangkat mengharapkan diberi sesuatu.
- Ngantuk nemu gethuk = Mengantuk mendapat gethuk (nama makanan dengan bahan dasar singkong). Ini gambaran orang malas, tanpa bekerja dapat rejeki.
- Anjabung alus = Menipu dengan cara yang halus.
- Keplok ora tombok = Orang yang mencela orang lain dan tidak membantu.
- Ilang jarake, kari jaile = Hilang sudah sifat baik, yang ada hanya iri dan dengki.
- Ambondhan tanpo ratu = Tidak menghormati tatanan/peraturan, ulahnya mengacau.
- Ngalasake negoro = Negara dianggap hutan, berbuat seenaknya sendiri.
- Mampang mumpung = Berbuat semaunya sendiri.
- Alesus gumeter = Sengaja menyebarkan berita yang mengacau.
- Sawat ambalang kayu = Dinegeri yang tatanannya baru sakit, ada saja peramal yang senangnya mengeluarkan ramalan-ramalan, meski kebanyakan ramalannya tidak benar
- Setan nggowo ting = Setan yang berkeliaran membawa lentera, artinya ada orang yang berkeliaran kesana kesini untuk menghasut dan berbuat jahat.
- Caca upa = Berbuat jahat supaya terjadi permusuhan, lalu menyediakan racunnya – Raja wisuna.
- Bahni maya pramana = Melakukan kampanye busuk ( black campaign) sambil mencerca dan memaki lawannya.
- Arep jamure, emoh watange = Mau jamurnya, tidak mau batangnya, maksudnya: Pemalas, maunya hidup enak ,tetapi tidak mau bekerja keras.
- Gecul kumpul = Kumpulan para penjahat.
- Hadigang = Munculnya para pemimpin yang merasa kuat.
- Hadigung = Merasa besar dan kuasa.
- Hadiguna = Merasa pandai.